Mari Salaman :)

1 Comment

Eits, jgn buru2.. Ini berlaku untuk sesama jenis ya, jgn cari2 kesempatan ๐Ÿ˜€

Dari al-Baraโ€™ bin โ€˜Azib

radhiyallahu โ€˜anhu, dia berkata, Rasulullah

shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ู…ูŽุง ู…ูู†ู’ ู…ูุณู’ู„ูู…ูŽูŠู’ู†ู ูŠูŽู„ู’ุชูŽู‚ููŠูŽุงู†ู ููŽูŠูŽุชูŽุตูŽุงููŽุญูŽุงู†ู ุฅูู„ุงู‘ูŽ ุบูููุฑูŽ ู„ูŽู‡ูู…ูŽุง ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽูู’ุชูŽุฑูู‚ูŽุง

โ€œ

Tidaklah dua orang muslim saling bertemu kemudian berjabat tangan, kecuali akan diampuni (dosa-dosa) mereka berdua sebelum mereka berpisah.โ€œ

Hadits yang mulia ini menunjukkan keutamaan berjabat tangan ketika bertemu, dan ini merupakan perkara yang dianjurkan berdasarkan kesepakatan para ulama, bahkan ini merupakan sunnah yang
muakkad (sangat ditekankan).
Faidah-Faidah Penting yang Terkandung Dalam Hadits:

1. Arti mushaafahah (berjabat tangan) dalam hadits ini adalah berjabat tangan dengan satu tangan, yaitu tangan kanan, dari kedua belah pihak. Cara berjabat tangan seperti ini diterangkan dalam banyak hadits yang shahih, dan inilah arti โ€œberjabat tanganโ€ secara bahasa. Adapun melakukan jabat tangan dengan dua tangan adalah cara yang menyelisihi sunnah Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam
.2. Berjabat tangan juga disunnahkan ketika berpisah, berdasarkan sebuah hadits yang dikuatkan oleh syaikh al-Albani. Maka pendapat yang mengatakan bahwa berjabat tangan ketika berpisah tidak disyariatkan adalah pendapat yang tidak memiliki dalil/argumentasi. Meskipun jelas anjurannya tidak sekuat anjuran berjabat tangan ketika bertemu
3. Berjabat tangan adalah ibadah yang disyariโ€™atkan ketika bertemu dan berpisah, maka melakukannya di selain kedua waktu tersebut, misalnya setelah shalat lima waktu, adalah menyelisihi ajaran Nabi, bahkan sebagian ulama menghukuminya sebagai perbuatan bidโ€™ah. Di antara para ulama yang melarang perbuatan tersebut adalah al-โ€™Izz bin โ€˜Abdussalam, Ibnu Hajar al-Haitami asy-Syafiโ€™i, Quthbuddin bin โ€˜Ala-uddin al-Makki al-Hanafi, al-Laknawi dan lain-lain.
4. Adapun berjabat tangan setelah shalat bagi dua orang yang baru bertemu pada waktu itu (setelah shalat lima waktu, pen), maka ini dianjurkan, karena niat keduanya adalah berjabat tangan karena bertemu dan bukan karena shalat.
5. Mencium tangan seorang guru/ustadz ketika bertemu dengannya adalah diperbolehkan, berdasarkan beberapa hadits Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam dan perbuatan beberapa orang sahabat radhiyallahu โ€˜anhum. Akan tetapi kebolehan tersebut harus memenuhi beberapa syarat, yaitu:(
a) Tidak menjadikan hal itu sebagai kebiasaan, karena para sahabat radhiyallahu โ€˜anhum sendiri tidak sering melakukannya kepada Rasuluillah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam, terlebih lagi jika hal itu dilakukan untuk tujuan mencari berkah dengan mencium tangan sang guru.
(B) Perbuatan itu tidak menjadikan sang guru menjadi sombong dan merasa dirinya besar di hadapan orang lain, seperti yang sering terjadi saat ini.
(c) Jangan sampai hal itu menjadikan kita meninggalkan sunnah yang lebih utama dan lebih dianjurkan ketika bertemu, yaitu berjabat tangan, sebagaimana keterangan di atas.
Jabat tangan tidak berlaku pada beda jenis yg tdk mahram.
Semoga bermanfaat.

–Ust. Kholid Syamhudi– ๐Ÿ™‚

hafalkanlah!!

Leave a comment

#Hafalkanlah !# kemudian amalkanlah ๐Ÿ™‚

Dari Abu Kabsyah Al Anmaari radliyallahu ‘anhu bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Ada tiga perkara yang aku bersumpah atasnya, aku akan sampaikan, maka hafalkanlah !
-Harta seorang hamba tidak akan berkurang karena sedekah.
-Tidaklah seorang hamba di zalimi, lalu ia bersabar kecuali Allah akan tambahkan kemuliaan untuknya.
-Tidaklah seorang hamba membuka pintu minta-minta, kecuali Allah akan membukakan untuknya pintu kefaqiran.

Aku akan menyampaikan sebuah hadits, hafalkanlah ! Dunia itu untuk empat orang:
-Seorang hamba yang diberikan oleh Allah rizki berupa harta dan ilmu, dengannya ia bertaqwa kepada Allah, menyambung silaturahmi dan melaksanakan hak Allah. Ini adalah kedudukan yang paling utama.
-dan hamba diberikan oleh Allah ilmu dan tidak diberikan harta, namun niatnya benar, ia berkata: jika aku mempunyai harta, aku akan berinfaq seperti si fulan, maka dengan niatnya ia mendapat pahala yang sama dengannya.
-dan hamba yang diberikan harta dan tidak diberikan ilmu, ia habiskan hartanya dengan tanpa ilmu, tidak bertaqwa kepada Rabbnya, tidak menyambung silaturahmi dan tidak melaksanakan hak Allah, maka ini kedudukan yang paling buruk.
-dan hamba yang tidak diberikan harta tidak juga ilmu, dan ia berkata: jika aku mempunyai harta aku akan beramal (buruk) seperti si fulan, maka dengan niatnya tsb ia mendapat dosa yang sama dengannya. (HR Ahmad dan at Tirmidzi dan ia berkata: hasan shahih. Dan dishahihkan oleh syaikh al Bani dalam shahih targhib no 16).

Tabungan Masa Depan

Leave a comment

Adakah sesuatu yang ingin anda tabung untuk masa depan? Apakah harta yang banyak, sedang anda dalam keadaan sakit?harta yang banyak anda habiskan untuk berobat. Atau harta yang meskipun sedikit tetapi anda dalam kondisi sehat??*serius amat bacanya?,he
Kalo ane sih maunya harta yang banyak dan berkah serta badan sehat ๐Ÿ˜€

Ibnu Rajab menceritakn bhw sbgian ulama ad yg sdh berusia di atas 100th, Namun mrk msh dberi kekuatan & kecerdasan.
Mereka mengatakan, ^Anggota badan ini selalu aku jaga agar jgn sampai brbuat MAKSIAT di kala aku muda. Balasanny, Allah menjga anggota badanku ini di wkt tuaku.^ Namun ad org yg sbalikny, sdh brusia senja, jompo&biasa mengemis.
Para ulama pun mengatakan ttg org tsb?
“Inilah org yg selalu melalaikan hak Allah di wkt MUDAny, mk Allah pun melalaikan diriny di wkt tuany.”
(Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam, hal. 225)