Doa ku

Leave a comment

berbagi, itulah jiwa yang seharusnya kita miliki, karena dengan berbagi hakikatnya kita tidak kehilangan, tetapi merubah ap yang kita punya ke dalam bentuk lain, bisa saja bukan utk sekarang, tapi jangka panjang. (dr.logam~ 25 rajab 1431 H/ 7 juli 2010 M)

tak kusangka dulu ku pernah menulis ini, kita tulisanku telah mengingatkanku,
semoga bermanfaat buat yang lain

PAgi ini, 15 dhulhijjah 1430 H. /Bertepatan dengan
tanggal 2 des 2009. ku sedang bersedih, terngingan masa lalu
yang begitu menyenangkan, seakan-akan tanpa ku sadari aku pernah
melewati begitu indahnya masa waktu itu. jika di ingat masa itu, aku hanya
menjalani aktifitasku se enjoy-enjoy nya.

dan kini aku merindukan cara menjalani hidup dengan penuh kenikmatan seperti saat itu, kedekatanku dengan orang-orang sholeh telah menyejukkan hati dan pikiranku jika di bandingkan dengan saat ini, tidak seberapa, aku terbayang bagaimana kelak?? tahun depan, 2 tahun lagi dan seterusnya??? ku tak ingin semakin lama ku hidup di dunia, makin sedikit orang sholeh yang membersamaiku..

telah tergores dalam hatiku bahwa kebersaam adalah keindahan yg telah Allah anugrahkan kepadaku..T.T..
ku sadar tak mungkin akan bisa bersama-sama dengan mereka seterusnya, kerinduan ini memuncak!!! tapi aku harus tegar.T.T..

ku sadar idealisme untuk terus bersama hanya angan kosong di dunia, semoga Allah mempertemukan kami di Surga-NYa.

Teringang lagi ketika melihat foto2 ini kembali..
orang2 yang telah memberi pelajaran kehidupan bagiku.. yang masih polos saat bersama mereka 😛

jarak umur yang terlampu jauh tidak menghalangi persaudaraan kami, 2, 3, 4, bahkan 9 tahun tak mengubah kecintaan ku kepada mereka sebagai saudara-benar2!! saudara , inilah kenikmatan kebersamaan.

meski umur, jarak, serta pilihan hidup berbeda, tapi ad yg mendekatkan kami satu-sama lain.. yakni kecintaan kepada Allah^^.

ku buka lagi tulisan dan pesan terakhir saudara2 tercintaku sebelum keberangkatanku ke Jakarta..

hiks.. air mata ini terbendung…

HArus bangkit!!!

mereka akan sedih ketika melihatku(satu2nya anak SMA) yang pernah membersamai mereka
jika aku, gagal dalam kuliah, da’wah serta jauh dari agama.

jangan kau kecewakan harapan mereka wid!!

jadilah pemuda yang tangguh!! yang siap menggantikan posisi bapakmu, yang siap kembali dengan kemenangan di tanganmu saat
kembali bertemu dengan mereka
Semangat!! tak percuma apa yang telah kuminta kepada mereka, sebuah petuah.. yang telah tersimpan dalam hardisk laptop ini.. g boleh ilang!! laptop
ama petuahnya..hehe

ia penyemangatku saat ku lemah, pengingatku saat ku lupa akan kejayaanku bersama mereka, kedekatanku dengan mereka membwa dampak positif^^

kata orang aku jadi lebih dewasa dari seumuran (buat nyeimbangi wajah tuaku katanyaT.T) g masalah..

ku juga teringat pujian mereka, hafalan, hafalan, ni mereupakan amanah..
jangan kau lalaikan amanah ini wid, sucikan hati dan pikiranmu dari segala penyekit hati dan pikiran,
sibukkan dirimu dengan kebaikan dan kemanfaatan.

Hafalan ini terkadang menyiksaku, aku harus bersabar untuk terus menjaga dan menambahnya, ku akui, ini masalah yang berat!!T.T.
jika bukan karena pertolongan Allah, niscaya tak se-ayatpun yang tersisa di kepalaku..

YA Allah, ku meringkuk di hadapan-Mu, memohon pertolangan-MU.

tanpa daya dan kekuatan dariMU ku takkan sanggup menahan cobaan ini T.T,
semakin byk yang ku hafal, semakin berat ujian yang harus ku hadapi,tapi ku tak boleh menyerah!! berarti ini untuk peningkatan kualitas diriku..

YA Allah penenang hati, penguasa hati, ku telah menjalani hidup di dunia ini 19 tahun, tak seberapa waktu yang ku habiskan untuk mengingat-MU
kebanyakan waktuku hanya ku gunakan untuk bermain dan bersendau gurau, kini ku coba untuk menyibukkan diri dengan menghafal Kalam-MU, sungguh..

godaan hati ini begitu berat..T.T, ketika ku lengah sedikit saja, ku telah bermaksiat pada-MU, membiarkan ayat-demi ayat menghilang dari hatiku..

Ya Allah, engkaulah yang menguasai kehidupan ini, dunia dan akhirat, ku hanya mengharap ridho-MU, kuatkanlah aku untuk tidak:
mencari ketenaran, banyak bicara(yang tidak perlu), sembarangan bergaul(dengan org yg lalai dr mengingat asma-MU),mendekati ZinaT.T(hati,pikiran, prasaan)
bermalas-malasan,membuang-buang waktu, ghibah,terlalu byak makan, byk tidur, sombong, riya’, dengki dan segala penyakit yang dapat menjauhkanku dari-MU

YA Allah,Ya Rohman, Ya Rohim..

dekatkanlah aku dengan orang2 yang Sholeh, yang bertaqwa, yang menyibukkan dirinya dengan kebaikan untuk akhirat.
agar hatiku tenang,agar pikiranku jernih, agar akhlakku tidak rusak,

YA mujibus-Saailin, dulu ku hanya mengharap mendapat yang terbaik, kini ku berharap bisa memberi yang terbaik untuk-Mu semata T.T

hilangkanlan perasan hati ini untuk di puji, untuk di kenal, untuk di cintai, karena ku hanya mengharap cinta-MU, di kenal oeleh-MU, dan di puji oleh-MU^^

jangan biarkan ambisiku kepada dunia menggelapkan mata hatiku YA Jabbar.., Ya Lathif..

kuatkanlah aku untuk menoolak godaan(berambisi) dunia ini, beasiswa keluar negeri,nilai A, pujian dosen dan teman, pekerjaan,Sertifikat, ke -eksisan, dan wanita^^.

Ku berharap ku mendapatkan apa yg ku tolak dengan cara yang Engkau Ridhoi, apalah artinya semua itu jika Engkau tidak merestuinya..

Ingin ku memulai lagi pola hidupku, belajar, menghafal, bermain dengan orang2 sholeh, bekerja, dan yang terpenting dari itu adalah , menjadikan semua aktivitas ku tersebut sebagai
ibadahku pada-Mu, sebaik-baik hadiah yang bisa ku persembahkan kepada-MU.

Washolatullahi ‘Ala Muhammad wa ‘ala Aalihi..

Allahumma Laa Sahla illa Ma Taj’alu Sahla, wa Anta taj’alu huzna idza Syi’ta Sahlan

YA Allah jika mereka rejekiQ dan aku rejekinya maka ijinkan aku tinggal bersama nereka, saling menguatkan satu-sama lain^^.

Advertisements

Perjalanan TerAkhir..

4 Comments

Telah lama tidak ku tulis pengalamanku, perjalanan hidupku, melintasi sang waktu. Sekarang pukul 7.00 wib. Ku sedang berada di puncak tertinggi kebun teh. Kurasakan sapuan lembut sang angin dan sentuhan sang kabut gunung. Bersama teman setiaku, ku lakukan perjalanan melintasi perkebunan teh.

“ayo pek!” teriakku membakar semangant nya yang mulai kelelahan.

“sik wid! Ambegkan sik. Heh..he…”

“subhanallah, indahnya pemandangan di bawah!”

dari puncak bukit kemuning
dari puncak bukit kemuning

Dari atas kulihat hampir seluruh wilayah perkebunan teh, bahkan kota solo pun samar-samar terlihat seiring dengan mulai hilangnya sang kabut. “eh, itu khan teman2, mereka ngapain ya? Di bawah sana?”

Ucapku pada topek sambil kuarahkan tanganku kebawah. “Oh, y a tadi teman2 cewek pada mau jalan2 gitu. Itu mungkin mereka?”

OOOiiiiii!!!! Teriak kami sekeras-kerasnya. Entah mereka sadar akan keberadaan kami atau tidak. Tapi kenapa mereka lewat sana ya? Jangan jangan mereka tersesat? Pikirku. Ah gak lah, tu h mereka sudah  dekat jalan raya, dari sana mereka bisa kembali ke “green house” lagi.

Perjalanan kami lanjutkan lagi, kali ini lebih ekstrim! Setelah sampai ke atas, kami hendak kembali. Tapi tentu saja melewati rute yang berbeda! Bahkan belum terbayangkan dibenak kami apa yang akan kami hadapi di seberang.

Dari puncak gunung teh kami terus berjalan memutar, turun untuk menuju bukit yang lain di seberang.

“Ayo pek, photo aku” biasalah buat kenang-kenangan.

peace for all..

peace for all..

Sambil berpose di pinggir jurang aku mencari jalan turun. Di depan kami sudah tidak ada jalan setapak, terpaksa kami membuat jalan sendiri. Andrenalin kami mulai meningkat. Deg..deg..deg..Lompatan demi lompatan kami lakukan untuk sampai kebawah. “wid ayo ke sungai yuk!’ ajak topek padaku.

“OK, tapi biasanya kalau sungai di antara perbukitan gak ada airnya.”

Kami tetap melanjutkan perjalanan. Medan yang kami lalui pun semakin berat. Di depan kami sekarang terbentang gua yang siap kami lalui, gua yang terbuat dari kayu alami yang di umbuhi tanaman sulur dan yang lain.

terowongan alami

terowongan alam

Duri duri tajam dari tunbuhan itu siap untuk menggores kulit kami. Tanpa alas kaki dan dengan kaos lengan pendek yang ku kenakan aku masuk duluan. Seperti biasa, “Pek! Photo aku lagi!’ buat kenang2an.

Kami lalui gua itu bersama, sarang laba-laba menghalangi jalan kami. Tapi saudaraku, ia tak mau merusaknya. Kami harus mencari cara untuk melewati sarang tersebut tanpa merusaknya. Tapi terkadang kami harus merusak sarang laba-laba. ”Maafkan kami, kita sama–sama makhluk Allah” Ok” Karena medan tidak memungkinkan untuk mencari akternatif jalan lain. Di pertengahan gua, kami terkejut!. Ada jalan ke bawah, keliatannya habis di lewati orang!. Dengan semangat baru , kami lalui jalan itu. Gemericik air mulai terdengar makin dekat, dekat…dan akhirnya kami temukan sungai , hiks..hiks..akhirnya.. 😛

sejuknya air pegunungan

sejuknya air pegunungan

Alhamdulillah!! Dinginnya air telah menghilangkan kelelahan yang kami derita, serta sedikit goresan di jari topek ketika menuruni bukit tadi. Ok, kita ambil photo air tejunnya pek!! Kamu berpose ditasnya, seperti spiderman gitu….

Spider-X

Spider-X

Setelah puas bermain air, ku lihat jalan sekeliling. Kelihatannya tidak mungkin kami langsung memanjat ke atas, masih ada bekas longsoran di tepi jurang! Dan kami masih berada dibawahnya!! Semoga tidak longsor, batinku. Kami meneruskan perjalanan dengan menyusuri sungai , lagi-lagi sarang labal-aba terbentang di hadapan kami. Terpaksa kami melewatinya dari bawah, ku benamkan badanku semakin dalam, dinginnya air mulai merayap ke pahaku… suegere!!!! 😛

Ku temukan gua untuk kedua kalinya, dimana air mengalir di dalamnya. Dari kejauhan kami agak ragu, apakah kami harus melaluinya?…Andrenalin kami memuncak!!

haruskah aku..

haruskah aku..

Kami temukan jalan menuju ke puncak bukit di samping kami, kami tinggallkan sungai petualangan kami, setelah ku lalui gua keraguan tersebut. Setapak demi setapak kami daki , tiba-tiba…

“ ADA SMS!!” kulihat siapa pengirimnya, dan ternyata! Bang Fatan. “Wid, saya lupa kalo pagi ini saya ada janji dengan Tony di Solo, jadi harus segera pulang.” Itu isi sms beliau.

“Kuputuskan untuk segera kembali ke “green house”, dimana beliau menunggu.” Pek , kita harus cepat kembali!, bang fatan sudah nunggu.

Dengan kecepatan yang mulai bertambah , kami semakin semangat mendaki. Ku lihat dibawah jalan yang kami lalui ternyata ada semacam bangunan yang menghalangi sungai yang tadi kami telusuri. Entah apa itu, bentuknya seperti bendungan.

bendungan??

bendungan??

“Ku gak punya waktu untuk memikirkannya!”. Di puncak bukit kuraih HP Sony Ericson J110ku, kutelpon Bang Fatan, ku kabarkan beliau bahwa aku masih berada di gunung. “assalaamu’alaikum., afwan bang! Aku masih di puncak , biar Akhmad aja yang mengantar ya, sampai Karang Pandan

Ku kirim sms ke Akhmad untuk segera menemani Bang Fatan, sembari aku berjuang segera kembali kes ana, ku tak ingin berpisah dengan beliau tanpa sempat mengucapkan ‘”Sayonara, ma’assalamah, Zai jian”.

Segores senyum merekah dari bibir kami :P, kulihat jalan raya di bawah sana! Kami berlari tak terkendali, menuruni bukit dengan kecepatan tinggi, kami mengabaikan gaya gesek yang mulai mengelupas kaki kami sedikit demi sedikit. GLLBB sedang kami alami, GERAk LIkak likuk Berubah BerAturan membuat kami tak bisa mengurangi kecepatan, ku rasakan hentakan kaki yang sangat kuat karena menahan gaya berat badanku yang searah dengan sin ø sudut kemiringan jalan.

Sorakan penduduk sekitar ketika kami melalui mereka semakin membakar semangat kami, kecepatan kami telah mencapai puncaknya, dimana badan kami mulai terhuyung-huyung kedapan. Jika kami tidak mengangkat kaki kami, bisa dipastikan kami akan terguling-guling kebawah bersama gaya gravitasi. .Entah apa yang mereka teriakkan, cacian ataupun sorakan tidak begitu jelas di telinga kami yang bergerak mendekati kecepatan cahaya!!

Tinggal beberapa kilometer lagi kami akan sampai di “green house”, tapi topek sudah mengeluh kecapekan. Terpaksa aku meninggalkannya, ia ku suruh melintasi kebuh teh yang relative dekat, walaupun butuh waktu lebih lama.

“heh..he..heehhh ekh…. Ekh… grrrr… aurgh!!” akhirnya sampai juga. Dengan tarikan nafas panjang sepanjang perjalann kami, aku mencari di manakah sosok Bang Fatan, apakah ia telah pulang?

<waktu penulisan: 25 menit! :P>

Dari atas ku lihat hamper seluruh wilayah perkebunan the, bahkan kota solopu samar-samar terlihat seiring dengan mulai hilangnya sang kabut. “eh, itu khan teman2, mereka ngapain ya? Di bawah sana?”

Ucapku pada topek sambil kuarahkan tanganku kebawah. “Oh, y tadi teman2 cewek pada mau jalan2 gitu. Itu mungkin mereka?”

OOOiiiiii!!!! Teriak kami sekeras-kerasnya. Entah mereka sadar akan keberadaan kami atau tidak. Tapi kenapa mereka lewat sana ya? Jangan jangan mereka tersesat? Pikirku. Ah gak lah, tu mereka udah pada dekat jalan raya, dari sana mereka bias kembalai ke “green house” lagi.

Perjalanan kami lanjutkan lagi, kali ini lebih ekstrim! Setelah sampai ku atas, kami hendak kembali. Tapi tentu saja melewati rute yang berbeda! Bahakan belum terbayangkan di pikiran kami apa yang akan kami hadapi dis sberang.

Dari puncak gunung the kami teru berjalan memutar, turun untuk menuju bukit yang lain di seberang.

“Ayo pek, photo aku” biasalah buat kenang-kenangan.