Jangan Ikuti Fitnah

Leave a comment

 Bismillahirohmanirrohim
Untuk saudara-saudaraku yang ku cintai karena Allah,semoga tulisan berikut bermanfaat buat kita semua :).

——-
Mengutip nasihat ust Yazid sbb:

“Sibukkan lah diri dengan menuntut ilmu, jangan menyibukkan diri mengurusi fitnah”

“Berapa banyak kitab ulama yang belum kita baca? Ribuan!”

Ya ikhwanfillah, fitnah menyerang agama islam gak akan ada habisnya sampai kiamat, namun semangat menuntut ilmu kadang kandas di tengah jalan…

Kenapa ummat islam bingung ada aliran islam ini aliran islam begitu?…bingung karena tidak memiliki ilmunya

Kenapa ummat islam merasa asing dengan agama nya sendiri?…merasa asing karena tidak berilmu

Trus islam yang benar seperti apa?…kebenaran hanya bisa diraih dengan ilmu

Kenapa islam kok begini kok begitu, kita harus apa menghadapi ini dan itu? Dan lain sebagainya?….semua akibat kurangnya menuntut ilmu..

Masih banyak ilmu yang belum kita pelajari, mari perbanyak duduk di majelis2 kajian, perjalanan kita masih panjang….siapkan diri untuk menjadikan generasi kita, anak2 kita, cucu2 kita, jauh lebih berilmu dalam agama dibanding kita…

Dengan menguasai ilmu agama yang benar segala macam fitnah terhadap agama islam akan bisa dibendung, dagangan2 bid’ah tidak lagi laku, dagelan2 liberal menjadi sampah tak berguna, shaf semakin rapat dan musuh islam tidak akan berhasil menembusnya.

Mari saudara2ku, perbanyak menuntut ilmu dan mengamalkan sedikit demi sedikit sampai waktu kita masuk ke liang lahat…

Sekedar nasihat bagi ana pribadi…

بَارَكَ اللّهُ فِيْكُمْ
Dari Ust Kholid Syamhudi
——

Jadi sekarang bagaimana? Masih mau saling berdebat? Masih mau berseteru masalah golongan? Tinggalkan!!
Mari kita belajar Islam lebih rajin :).

Tinggalkan yang Meragukan!

Leave a comment

Tinggalkanlah Segala Kebimbanganmu,…

Rasulullah صلى الله عليه وسلم yang mulia bersabda:
دَعْ مَا يَرِيْبُكَ إِلَى مَا لاَ يَرِيْبُكَ، فَإِنَّ الصِّدْقَ طُمَأْنِيْنَةٌ وَإِنَّ الْكَذِبَ رِيْبَةٌ
“Tinggalkan perkara yang meragukanmu menuju kepada perkara yang tidak meragukanmu. Karena kejujuran itu adalah ketenangan di hati sedangkan kedustaan itu adalah keraguan.”

Rasulullah صلى الله عليه وسلم dalam hadits yang mulia ini memerintahkan kepada kita untuk menjauhi perkara yang meragukan, baik berupa ucapan maupun amalan, dilarang maupun tidak. Kita disuruh mengambil perkara yang meyakinkan.
Dengan demikian, ketika dihadapkan dengan syubhat, sebagai suatu perkara yang meragukan karena tidak diketahui halal dan haramnya/samar keadaannya, sepantasnya kita berhenti dalam hal ini, menjaga diri kita agar tidak terjatuh ke dalamnya dan serta-merta meninggalkannya. Sesuatu yang telah jelas halalnya, kita tahu, tidak akan membuat keraguan, kebimbangan, kegoncangan, dan kegelisahan di hati orang yang beriman. Bahkan, jiwa dengan tenang akan menjalaninya. Sebaliknya perkara yang syubhat, apabila diamalkan atau dijalani akan menimbulkan kegelisahan dan kegoncangan di hati seseorang. (Jami’ul ‘Ulum wal Hikam, 1/280)

Kesalahan penulisan Aamiin Yang sering Terjadi

Leave a comment

Kesalahan penulisan Aamiin Yang sering Terjadi
==============================
Dalam Bahasa Arab, ada empat perbedaan kata “AMIN” yaitu :
1. ”AMIN” (aliF dan mim sama-samapendek),artinya AMAN, TENTRAM
2. “AAMIN” (alif panjang & mim pendek),artinya MEMINTA PERLINDUNGAN KEAMANAN
3.”AMIIN” (alif pendek & mim panjang),artinya JUJUR TERPERCAYA
4.“AAMIIN” (alif & mim sama-sama panjang),artinya YA TUHAN, KABULKANLAN DOA KAMI
Terus Bagaimana dengan pengucapan/ Penulisan “ Amien“ ???
Sebisa mungkin untuk yang satu ini (Amien) dihindari, karena ucapan “Amien” yang lazim dilafadzkan oleh penyembah berhala (Paganisme) setelah do ’a ini sesungguhnya berasal dari nama seorang Dewa Matahari Mesir Kuno: Amin-Ra (atau orang Barat menyebutnya Amun-Ra)

test page

Leave a comment

Bismillahirrohmanirrohim, lama tak menulis, ini pertama kalinya blogging lewat HP 😀 *semoga bermanfaat 🙂

Allah (Subhanahu Wa Ta’ala) gives this dunya to those whom He loves and to those whom He Subhanahu wa Ta’ala doesn’t love. However,
Allah Subhanahu wa Ta’ala gives the akhira only to those whom He loves.