semua bermula dari hal yang kecil

Untuk Pewaris Peradaban…
Laut…
Bukan lumut yang menjaring semut..
Dijemput maut lalu kau bergelut..

Darat..
Hutan melarat karena gempuran alat berat..
Lalat hijau melahap dahsyat lalu semua disikal..
Udara..
Tercemar asam basa..asap kota panas dunia
Kau lupa bahwa aku titipan dariTuhanMu..
 (source)

Sebagai salah satu universitas besar di negeri ini, Universitas Indonesia ikut andil dalam  menggiatkan gerakan cinta lingkungan dengan tema yang diangkat UI! “Go Green, Go International, Futuristic and E-University.”

Telah banyak program dan kegiatan yang dilakukan pihak Universitas Indonesia maupun civitas akademika UI untuk menumbuhkan kesadaran terhadap lingkungan dari program tahunan hingga program harian.

  1. Program Cinta Kampus

Setiap tahun setiap mahasiswa wajib mengikuti kegiatan ini. Tahun 2008 pada tanggal 21,22 August 2008, mahasiswa baru UI dibagi berkelompok terdiri dari 3-5 orang dan setiap kelompok wajib membawa benih ikan sekitar 4-5 ekor tiap kelompok.  Benih ikan tersebut nantinya akan di lepaskan di ke-enam danau UI. Dan uniknya huruf pertama dari nama setiap danau tersebut membentuk kata “KAMPUS” yang berarti “Kenanga, Agatis,Mahoni,Puspa,Ulin,Salam”. Nama-nama tersebut diberikan berdasarkan nama pohon yang berada setiap danau tersebut.

Konservasi Danau

Konservasi Danau Demi Lingkungan

Kegiatan tidak hanya berhenti disitu, tetapi ada tindak lanjut dari pihak universitas mengenai gerakan cinta lingkungan ini di antaranya adalah peraturan “larangan  memancing” di danau UI, karena diharapkan ikan yang dilepas tersebut bisa hidup dan berkembang biak.

Tahun 2009 pada tanggal 16 Agustus 2009, mahasiswa baru ditugaskan membawa 5 ekor kutilang, 5 ekor tekukur dan 5 ekor merpati perkelompok. Yang selanjutnya dilepaskan bersama-sama ke angkasa.Diharapkan burung-burung tersebut dapat hidup dan menetap di hutan UI dan lingkungan sekitar kampus.

2. Program Bersih Danau

Sumber air yang mengalir ke danau UI berasal dari berbagai daerah disekitar kampus.

Pembersihan Danau UI dari Sampah

Namun sangat disayangkan bila air yang masuk membawa sampah yang begitu banyak yang akhirnya mencemari air danau.

Untuk menanggulangi masalah tersebut pihak universitas secara intensif mempekerjakan beberapa orang untuk selalu menjaga kebersihan danau tersebut.

3. Bike on Campus

“Trough a green campus initiative, more than 40.000 members of the Universitas Indonesia community to support, promote and ensure sustainable future in which the global warming are the main concern. Ten kilometers of bicycle track has been build across Universitas Indonesia Depok Campus during 2008.” 1. http://www.ui.ac.id/en/profile/page/mark-of-achievement

UI membangun 10 km jalur khusus sepeda yang menghubungkan  tiap fakultas sehingga mahasiswa memiliki alternative lain untuk akses keliling kampus.

Ternyata dari apa yang telah dilakukan pihak universitas telah menginspirasi berbagai pihak,termasuk saya^^

sepeda kuning, sarana terbaik keliling Universitas Indonesia

Sehingga di dunia mayapun mulai terbentuk komunitas pecinta sepeda dilingkungan UI http://komunitas.ui.ac.id

Saya terinspirasi dalam  menggalakkan progam “bike on campus” dan membuat semenarik mungkin dengan berencana mengadakan lomba sepeda kuning.

"Wacana"Lomba Balap Sepeda Kuning

Diharapkan dengan lomba ini makin banyak civitas UI yang menjadi pecinta sepeda . Pemilihan sepeda kuning sebagai sarana lomba agar kecintaan peserta terhadap kampus juga tidak terabaikan .

4. Bis Kuning

Dari kegiatan bersepeda, kita berlalih ke penggunaan transportasi umum untuk keliling kampus/berangkat kuliah. UI menyediakan 10 bis kuning (armada baru) dan beberapa bis kuning lama yang beroperasi setiap pukul 7.oo-21.00 WIB Desain yang digunakan oleh Bis tersebut merupakan hasil dari sayembara yang dilakukan oleh pihak yang berwenang. Sebuah desain yang memang sarat nilai dan peran ikut serta mendukung kampanye penyelamatan bumi dari bahaya kerusakan lingkungan serta penuh dengan kesegaran bagi setiap pasang mata yang menatap Bis ini melaju di jalanan kampus UI..

Bis Kuning

Terlihat pada foto di bagian kaca belangan tertera “ UI go green” serta gambar-gambar daun pada bagian bawah bis yang di atasnya bertuliskan “ Use public transportation to reduce air pollution”

Tidak hanya hal-hal yang bersifat besar dan tampak yang ikut berubah di dalam lingkungan kampus. Secara tidak langsung kehidupan civitas akademika-nya pun ikut berubah .  Diantaranya dar pembuatan scrab book sebagai pemanfaat kertas bekas, fotokopi bolak-balik, dan digitalisasi document untuk mengurangi pemakaian kertas hingga diadakannya Simposiun Nasional oleh BEM FMIPA UI yang bertemakan “saatnya seluruh anak bangsa PEDULI, CERDAS, BERGERAK selamatkan lingkungan Indonesia” http://simposiumnasionalfmipaui.co.cc/

scrapbook dan gantungan ketupat

Foto disamping  menunjukkan penggunaan kertas bekas yang menjadi buku catatan saya, pada bagian yang masih kosong. Selain itu terlihat adanya ketupat yang bisa menjadi gantungan kunci/tas  yang saya buat dari bekas tali pengiriman paket (yang berwarna kuning) . Saya telah membuat beberapa buah ketupat untuk teman-teman dekat saya, dengan harapan mereka tidak hanya melihat sesuatu bekas itu sebagai “sampah” tetapi merupakan bahan baku untuk yang lain. Sehingga akan semakin banyak muncul  ide-ide kreatif yang bisa di buat dari yang kebanyakan orang menyebutnya  “sampah”.

Dan akhirnya pun timbullah gagasan untuk berwirausaha di bidang industri kreatif ,buah dari “terus mencari ide “ terhadap permasalah lingkungan^^.

Salah satu produk yang telah dibuat adalah tas batik asli solo, Tas tersebut dibuat dari kain-kain batik bekas yang kebanyakan masyarakat solo dipakai dalam kehidupan sehari-hari. Karena mulai termakan usia,warna yang pudar dan motif yang sudah tertinggal, banyak kain batik “jarik” yang dibuang begitu saja atau hanya mereka gunakan untuk kainpel. Maka timbullah ide untuk membuat berbagai kerajian dari kain batik bekas ini,dan jadilah tas dengan beberapa model^^. htpp://coratcoret.net

Batik Bekas Menjadi Tas

Dan Alhamdulilah dari hasil penjualan ini selain bisa mencegah masalah lingkungan secara lanjut, bisa meningkatkan nilai guna dari kain bekas tadi.

Think Globally, Act Locally. Berfikir secara arif dan bijak  dampak  setiap yang kita perbuat terhadap lingkungan  dan mulailah menjaga lingkungan dari hal yang kecil, yakni pola hidup kita. Karena sesungguhnya lautanpun awalnya hanyalah setetes air.

rujukan tambahan :

http://www.sci.ui.ac.id/portal-id/?p=249

http://www.anakui.com/2009/07/29/hutan-ku-bangunan-alam-yang-menakjubkan%E2%80%A6/

Advertisements