Saat ini banyak sekali beredar SMS yang menghubungkan antara waktu kejadian gempa dengan Ayat-Ayat Al-Qur’an (QS. 17:16, 17:38, 8:52). Sungguh ini adalah suatu yg dapat dipandang SESAT baik dari sudut pandang akal-pikiran apalagi dr sudut pandang agama.

Pertanyaan PERTAMA: mengapa harus mengambil WIB? Padahal wilayah waktu di Indonesia ada kan 3. Pun jika mengikuti standar internasional, mengapa tidak memakai standar UTC atau GMT? Lebih jauh lagi, secara geografis, pada garis bujur yang sama di dunia ini ada beberapa wilayah waktu loh! Jadi kenapa pilih WIB???

Pertanyaan KEDUA: jika gempa di SumBar dikaitkan dengan QS. 17:15 dan QS. 17:38, di Bengkulu dengan QS. 8:52, lalu apakah gempa2 di tempat lain seperti di Tasik juga harus dikaitkan dengan QS. 14:15, di Jogja dengan QS. 5:53, dan di Aceh dulu dg QS. 7:58?? Bagaimana dengan gempa di tempat yang kebanyakan non-Muslim? Teruuuus aja tidak ada habis-habisnya! Lama-lama kita akhirnya menjadikan Al-Qur’an seperti buku untuk menghitung hari baik/buruk! Padahal jelas-jelas bukan untuk itu al-Qur’an diturunkan dan tidak pernah pula diajarkan seperti itu oleh Rasulullah SAW serta tidak pernah ada pemahaman para shahabat RA yg seperti itu!!

Pertanyaan KETIGA: apakah dosa orang-orang di SumBar lebih besar daripada dosa orang-orang di tempat lainnya?? Bukankah QS. 17:16 itu didahului oleh QS. 17:15 yg menerangkan kewajiban mengikuti Al-Qur’an dan as-Sunnah serta tidak boleh menambah-nambahi agama?! Bukankah salah satu sebab turunnya azab dari Allah Azza wa Jalla adalah karena berbuat menambah-nambahi agama (QS. 24:63)?? Saat ini banyak sekali orang-orang yg mengaku ustadz namun ilmu agamanya dangkal sehingga banyak mencampur-campur pemikiran bebasnya ke dalam agama dan menambah-nambahi agama tanpa dasar dalil Al-Qur’an maupun as-Sunnah yg shahih. Lebih parah lagi, orang-orang itu mengkomersilkan agama serta menjual ayat-ayat Allah Rabbul Alamin dg harga yg teramat murah!

Pertanyaan KEEMPAT: jelas bahwa QS. 17:16, 17:38, 8:52 adalah berbicara mengenai azab untuk orang-orang kafir, namun, SMS tersebut maksudnya jelas-jelas telah menuduh orang di SumBar & Bengkulu telah kafir?!? Hati-hati dalam menuduh orang beriman berbuat kafir karena ada dua kemungkinan: yang dituduh kafir terbukti berbuat kekafiran, atau bila tidak, maka kekafiran itu kembali kepada penuduhnya! (Hr Bukhari-Muslim)

Jangan mudah percaya kepada orang-orang yang mengaku ustadz tapi merangkap menjadi tukang ramal sekaligus! Siapa yang mempercayai tukang ramal berarti dia telah kafir terhadap apa yang diturunkan kepada Rasulullah SAW…

ALLAHU AKBAR…!!! Wallahu’alam bisshawab… >.<

Source : Internet & Diskusi dengan Beberapa Ustadh..

mohon Di telaah lagi bagi paca pembaca.