Leave a comment

free counters

Perjalanan TerAkhir..

4 Comments

Telah lama tidak ku tulis pengalamanku, perjalanan hidupku, melintasi sang waktu. Sekarang pukul 7.00 wib. Ku sedang berada di puncak tertinggi kebun teh. Kurasakan sapuan lembut sang angin dan sentuhan sang kabut gunung. Bersama teman setiaku, ku lakukan perjalanan melintasi perkebunan teh.

“ayo pek!” teriakku membakar semangant nya yang mulai kelelahan.

“sik wid! Ambegkan sik. Heh..he…”

“subhanallah, indahnya pemandangan di bawah!”

dari puncak bukit kemuning
dari puncak bukit kemuning

Dari atas kulihat hampir seluruh wilayah perkebunan teh, bahkan kota solo pun samar-samar terlihat seiring dengan mulai hilangnya sang kabut. “eh, itu khan teman2, mereka ngapain ya? Di bawah sana?”

Ucapku pada topek sambil kuarahkan tanganku kebawah. “Oh, y a tadi teman2 cewek pada mau jalan2 gitu. Itu mungkin mereka?”

OOOiiiiii!!!! Teriak kami sekeras-kerasnya. Entah mereka sadar akan keberadaan kami atau tidak. Tapi kenapa mereka lewat sana ya? Jangan jangan mereka tersesat? Pikirku. Ah gak lah, tu h mereka sudah  dekat jalan raya, dari sana mereka bisa kembali ke “green house” lagi.

Perjalanan kami lanjutkan lagi, kali ini lebih ekstrim! Setelah sampai ke atas, kami hendak kembali. Tapi tentu saja melewati rute yang berbeda! Bahkan belum terbayangkan dibenak kami apa yang akan kami hadapi di seberang.

Dari puncak gunung teh kami terus berjalan memutar, turun untuk menuju bukit yang lain di seberang.

“Ayo pek, photo aku” biasalah buat kenang-kenangan.

peace for all..

peace for all..

Sambil berpose di pinggir jurang aku mencari jalan turun. Di depan kami sudah tidak ada jalan setapak, terpaksa kami membuat jalan sendiri. Andrenalin kami mulai meningkat. Deg..deg..deg..Lompatan demi lompatan kami lakukan untuk sampai kebawah. “wid ayo ke sungai yuk!’ ajak topek padaku.

“OK, tapi biasanya kalau sungai di antara perbukitan gak ada airnya.”

Kami tetap melanjutkan perjalanan. Medan yang kami lalui pun semakin berat. Di depan kami sekarang terbentang gua yang siap kami lalui, gua yang terbuat dari kayu alami yang di umbuhi tanaman sulur dan yang lain.

terowongan alami

terowongan alam

Duri duri tajam dari tunbuhan itu siap untuk menggores kulit kami. Tanpa alas kaki dan dengan kaos lengan pendek yang ku kenakan aku masuk duluan. Seperti biasa, “Pek! Photo aku lagi!’ buat kenang2an.

Kami lalui gua itu bersama, sarang laba-laba menghalangi jalan kami. Tapi saudaraku, ia tak mau merusaknya. Kami harus mencari cara untuk melewati sarang tersebut tanpa merusaknya. Tapi terkadang kami harus merusak sarang laba-laba. ”Maafkan kami, kita sama–sama makhluk Allah” Ok” Karena medan tidak memungkinkan untuk mencari akternatif jalan lain. Di pertengahan gua, kami terkejut!. Ada jalan ke bawah, keliatannya habis di lewati orang!. Dengan semangat baru , kami lalui jalan itu. Gemericik air mulai terdengar makin dekat, dekat…dan akhirnya kami temukan sungai , hiks..hiks..akhirnya.. 😛

sejuknya air pegunungan

sejuknya air pegunungan

Alhamdulillah!! Dinginnya air telah menghilangkan kelelahan yang kami derita, serta sedikit goresan di jari topek ketika menuruni bukit tadi. Ok, kita ambil photo air tejunnya pek!! Kamu berpose ditasnya, seperti spiderman gitu….

Spider-X

Spider-X

Setelah puas bermain air, ku lihat jalan sekeliling. Kelihatannya tidak mungkin kami langsung memanjat ke atas, masih ada bekas longsoran di tepi jurang! Dan kami masih berada dibawahnya!! Semoga tidak longsor, batinku. Kami meneruskan perjalanan dengan menyusuri sungai , lagi-lagi sarang labal-aba terbentang di hadapan kami. Terpaksa kami melewatinya dari bawah, ku benamkan badanku semakin dalam, dinginnya air mulai merayap ke pahaku… suegere!!!! 😛

Ku temukan gua untuk kedua kalinya, dimana air mengalir di dalamnya. Dari kejauhan kami agak ragu, apakah kami harus melaluinya?…Andrenalin kami memuncak!!

haruskah aku..

haruskah aku..

Kami temukan jalan menuju ke puncak bukit di samping kami, kami tinggallkan sungai petualangan kami, setelah ku lalui gua keraguan tersebut. Setapak demi setapak kami daki , tiba-tiba…

“ ADA SMS!!” kulihat siapa pengirimnya, dan ternyata! Bang Fatan. “Wid, saya lupa kalo pagi ini saya ada janji dengan Tony di Solo, jadi harus segera pulang.” Itu isi sms beliau.

“Kuputuskan untuk segera kembali ke “green house”, dimana beliau menunggu.” Pek , kita harus cepat kembali!, bang fatan sudah nunggu.

Dengan kecepatan yang mulai bertambah , kami semakin semangat mendaki. Ku lihat dibawah jalan yang kami lalui ternyata ada semacam bangunan yang menghalangi sungai yang tadi kami telusuri. Entah apa itu, bentuknya seperti bendungan.

bendungan??

bendungan??

“Ku gak punya waktu untuk memikirkannya!”. Di puncak bukit kuraih HP Sony Ericson J110ku, kutelpon Bang Fatan, ku kabarkan beliau bahwa aku masih berada di gunung. “assalaamu’alaikum., afwan bang! Aku masih di puncak , biar Akhmad aja yang mengantar ya, sampai Karang Pandan

Ku kirim sms ke Akhmad untuk segera menemani Bang Fatan, sembari aku berjuang segera kembali kes ana, ku tak ingin berpisah dengan beliau tanpa sempat mengucapkan ‘”Sayonara, ma’assalamah, Zai jian”.

Segores senyum merekah dari bibir kami :P, kulihat jalan raya di bawah sana! Kami berlari tak terkendali, menuruni bukit dengan kecepatan tinggi, kami mengabaikan gaya gesek yang mulai mengelupas kaki kami sedikit demi sedikit. GLLBB sedang kami alami, GERAk LIkak likuk Berubah BerAturan membuat kami tak bisa mengurangi kecepatan, ku rasakan hentakan kaki yang sangat kuat karena menahan gaya berat badanku yang searah dengan sin ø sudut kemiringan jalan.

Sorakan penduduk sekitar ketika kami melalui mereka semakin membakar semangat kami, kecepatan kami telah mencapai puncaknya, dimana badan kami mulai terhuyung-huyung kedapan. Jika kami tidak mengangkat kaki kami, bisa dipastikan kami akan terguling-guling kebawah bersama gaya gravitasi. .Entah apa yang mereka teriakkan, cacian ataupun sorakan tidak begitu jelas di telinga kami yang bergerak mendekati kecepatan cahaya!!

Tinggal beberapa kilometer lagi kami akan sampai di “green house”, tapi topek sudah mengeluh kecapekan. Terpaksa aku meninggalkannya, ia ku suruh melintasi kebuh teh yang relative dekat, walaupun butuh waktu lebih lama.

“heh..he..heehhh ekh…. Ekh… grrrr… aurgh!!” akhirnya sampai juga. Dengan tarikan nafas panjang sepanjang perjalann kami, aku mencari di manakah sosok Bang Fatan, apakah ia telah pulang?

<waktu penulisan: 25 menit! :P>

Dari atas ku lihat hamper seluruh wilayah perkebunan the, bahkan kota solopu samar-samar terlihat seiring dengan mulai hilangnya sang kabut. “eh, itu khan teman2, mereka ngapain ya? Di bawah sana?”

Ucapku pada topek sambil kuarahkan tanganku kebawah. “Oh, y tadi teman2 cewek pada mau jalan2 gitu. Itu mungkin mereka?”

OOOiiiiii!!!! Teriak kami sekeras-kerasnya. Entah mereka sadar akan keberadaan kami atau tidak. Tapi kenapa mereka lewat sana ya? Jangan jangan mereka tersesat? Pikirku. Ah gak lah, tu mereka udah pada dekat jalan raya, dari sana mereka bias kembalai ke “green house” lagi.

Perjalanan kami lanjutkan lagi, kali ini lebih ekstrim! Setelah sampai ku atas, kami hendak kembali. Tapi tentu saja melewati rute yang berbeda! Bahakan belum terbayangkan di pikiran kami apa yang akan kami hadapi dis sberang.

Dari puncak gunung the kami teru berjalan memutar, turun untuk menuju bukit yang lain di seberang.

“Ayo pek, photo aku” biasalah buat kenang-kenangan.

Effect of TV on Children

5 Comments

TV is one of the most influential for society; it can be useful, educated, and also addictive, even harmful.  TV is widely available in the world and can be found at almost every corner of our homes. For children, it is hard to avoid television if people in the house are usually watching TV. In fact, in some homes the television is perpetually turned on even without anyone watching.  It is common for parents to use TV as a substitute babysitter. Many parents think that TV can make their children smart. But in reality, TV gives more bad effect on children especially in education aspect because it can decrease creativity, reduce their study achievement, lessen their performance in school.

effect TV pada pemirsa bisa baik atau buruk. Dominan yang mana??

TV can be useful, educated, and also addictive, even harmful.

TV has shown decrease creativity because TV slow down brainwaves puts the viewer into highly suggestible sleep like hypnotic state, and can reduce intelligent. For example when watching TV, the brain does not have to construct images by it self. But when reading, children’s brain would have to make up that image it self and so will require greater brain activity than if they saw TV. It’s mean that if children do not challenge their brain very often in order to watch TV, this will lead a reduction in creativity. Watching TV also puts the viewer into highly suggestible sleeplike hypnotic state. These provide easy access to the subconscious. Children may think that TV does no harm because children know it’s not real, but did children know that their subconscious believes it to be real? that why children’s heart beats faster while watching horror films, often they fear to watch it.  When children watch TV, brain activity switches from the left side of brain, responsible for logical thought and critical analysis, to the right side. This is significant because the right side of the brain does not critically analyze incoming information; instead it uses an emotional response. This means there is little or no analysis of incoming information. In other words it makes children less intelligent.

TV as a causal factor of descent children’s achievement, TV takes away the time that children need to develop important skills like language, reading, social and emotional skills. Language is only learned through interaction with other people when talking and listening which used in the context of real life. Children’s language skills are not improved by passively listening to the TV. Reading requires much more thinking than television, and we know that reading fosters children’s healthy brain development. Children who growing up in families in which the TV is on always or most of the time spend less time reading and being read to, and are less likely to be able to read. “TV viewing takes away time from reading and improving reading skills through practice, “(Comstock, 1991).” Childrens watching cartoons and entertainment television during pre-school years have poorer pre-reading skills at age 5,” (Macbeth, 1996).  Also, “childrens who watch entertainment TV are also less likely to read books and other print media.”(Wright & Huston, 1995)”. When children play, they actively learning about how the world work and wire their brain by experimenting with cause and effect. For example when interacts with people, he meets his emotional milestones. TV keeps children away from these activities. Note that when children smile at the TV, the TV does not smile back. This may affect them socially and psychologically.

The last but not least, TV  make them poor of intelligence, less alert during in school, and leads to mental laziness. The more television that children watch, the less investment that they put in the mental effort required to master academic skills. Instead, they watch television programs that are entertaining and easy to understand. As a result, children are not likely to engage in activities that require intellectual functioning, such as reading.” A low level of mental effort is elicited by television viewing and eventually leads to a tendency to expend little mental effort required to read or to solve arithmetic problems (Suedfeld, Little, Rank, Rank, & Ballard, 1986)”. Children who watch too much TV tend to work less on their homework.  When doing homework with TV on the background, children tend to retain less skill and information. If children lose sleep because of TV, they become less alert during the day. As a consequence, children have poor performance in school.

As we have seen, watching TV is really a big waste of time and gives bad effect on children. They watch TV for hours and do not realize how much time is wasted. But actually children can do something productive and constructive. It means that they are being uncreative. TV can freezing children’s mind and obstruct children from exercising initiative, being intellectually challenged, thinking analytically, and using his imagination. TV also leads children’s mental laziness this propensity for mental laziness or passive-cognitive functioning can be considered to be a result of watching television, which may hinder academic achievement that requires more active intellectual efforts. Remember, a healthy brain is an active brain, when it is not used it begins to weaken and break down.

Karena aku anakUI..

132 Comments

Siapa yang mau jadi anak ui?? Semua mau kan?? Pertama-tama  penulis ucapin selamat dulu dech buat yang sudah jadi “Anak UI”. “SeLAMaT BERJUAnG di KAMPus PErJuAnGan!!” . Nah..karena sekarang statusnya adalah anak ui,  adalah wajar jika kita harus tahu anakUI.com(klik!). Kan aneh kalau  anak ui sampai tidak tahu anakUI.com….^ ^ Jangan-jangan anak uiI..he. Sejarahnya, anakUI.com sudah ada di hadapan kita sejak Agustus 2007(klik!). Cukup lama berarti ya.. Dan kian hari anakUI.com semakin ramai ; berikut ini fakta tentang anakUI.com yang diambil dari Sitemeter:

  1. Dikunjungi rata-rata 500 orang perhari dalam satu hari
  2. Jumlah halaman yang dibuka mencapai lebih dari 1000 halaman
  3. Lebih dari 2500 orang mahasiswa UI telah mendaftar menjadi anggota, dan terus menghitung naik!

Karena keramaian tersebut maka wajarlah bila anakUI.com sebagai media publikasi dan berbagi cerita terbaik di ui.

Simak ulasan berikut:

anakUI.com

  • AnakUI.com sekarang telah menjelma menjadi sebuah situs komunitas mahasiswa UI yang paling banyak dibaca oleh anak-anak UI. anakUI.com sangat ideal untuk menjadi media partner(klik!)untuk mempublikasikan  kegiatan-kegiatan mahasiswa UI.
  • AnakUI.com merupakan media yang tepat untuk mempublikasikan kegiatan masing-masing fakultas ataupun seminar-seminar yang berada di wilayah UI dan sekitarnya.(cocok banged buat humas kepanitian nie ..hehe 🙂 )
  • Sebagai badan pengawas kebijakan kampus. Setiap anggota anakUI.com berhak menyatakan sekapnya terhadap kebijakan kampus.
di danau kenangan
di danau kenanga yang penuh “kenangan”
  • AnakUI.com sebagai sumber informasi yang sangat sesuai untuk mahasiswa, karena web ini ditulis dan dibaca oleh mahasiswa UI. Hal tersebut  karena anakUI.com menerapkan adanya konsep citizen journalism(klik!) di kampus UI.
  • “Kenapa disebut citizen journalism(klik!)? Soalnya setiap kita bisa menulis di anakUI.com, apapun asal fakultasnya..
  • Jadi setelah  kita menjadi anggota anakUI.com setiap kita bisa:
  1. Menjadi sumber informasi!.Kita bisa saling bercerita, berdiskusi dan mengasah keterampilan di bidang masing-masing lintas jurusan ataupun sesuai core competence kita. Bahkan bisa menambah daftar pertemanan kita!.
  2. Update info. Kita bisa lebih tahu berita terkini seputar kampus UI, kalau bukan kita yang peduli siapa lagi?? apa kata si A si B??:P “Bangga menjadi mahasiswa UI dan menjadi kebanggaan UI”
  3. Berlatih menulis, membaca cepat dan keterampilan akademis lainnya. Mari kita tuangkan ide-ide kreatif kita disini.
  4. Mengevaluasi hasil tulisan kita, karena  ada media evaluasi dari seluruh teman yang membaca tulisan kita. Ingat! Ingat!..“Seindah-indah belajar adalah dengan menyampaikan kembali..”
  5. Mengembangkan kecapakan kita. Hal yang menarik adalah, ketika kita menulis secara tidak langsung kita juga turut memperbaiki kemampuan kita dalam berbagai hal, misalnya membaca, menganalisa. Sadar atau tidak, kecerdasan kita pun akan meningkat. Bukankah itu merupakan nilai plus sebagai mahasiswa??(klik!)Agar ngampus g sekedar “status”
  6. Berdemo!! Ini nie..yang di tunggu-tunggu para pendemo..hehehe secara tidak langsung anakUI.com menjadi badan pengawas kebijakan kampus. Kita bisa mengungkapkan sikap dan tanggapan kita terhadap kebijakan-kebijakan kampus. Demo kan bisa lewat tulisan ( era digital gitu….hehe..).
  7. Usul!! kita bisa memberika usulan kedepannya buat kampus kita tercinta bisa dengan menuliskannya di anakUI.com. Yang membaca anakUI.com tidak hanya mahasiswa lho….siapa tahu ada pihak kampus yang membaca ide kita dan ditanggapi. Banyak cara untuk menjadi agent of change 😛
  8. Menjadi “Pembelajar” bukan “Pengumpul Nilai(klik!).  Dengan menjadi anggota anakUI.com tentunya perhatian kita terhadap dunia kampus akan bertambah. (Karena kita mencari bahan/ide untuk menulis di anakUI.com). Dengan begitu kita akan menjadi mahasiswa yang kritis terhadap kondisi lingkungan tempat kita tinggal (dalam hal ini kampus).
  9. Berkontribusi. Kita bisa memajukan kampus ini dengan berbagai ide solutif yang bisa kita sampaikan melalui media tulisan lewat anakUI.com.
  10. Meningkatkan rating webomatrics untuk web ui di http://www.ui.ac.id ingat! peringkat universitas terbaik juga di tentukan oleh akses web universitas tersebut.. jadi?? tunggu apa lagi??

ISi polling dulu..

Atau mau Langsung  mendaftar jadi anggota (klik!) anakUI.com

ayo daftar

ayo daftar

Dengan menjadi bagian dari komunitas terbesar mahasiswa ui di dunia maya ini kalian bisa;

  • Eksis di dunia maya..^ ^. Terutama bagi yang dianggap “kupu-kupu“<kuliah pulang> atau “kura-kura“<kuliah rapat>. Paling tidak buat yang kupu-kupu, yang notabene ‘g’ eksis di dunia nyata bisa eksis di dunia maya kan??hehehe 😛
  • Mendapatkan kaos.(klik!) Ini yang seru kenapa“mesti kudu” pada daftar di anakUi.com(klik!) dan menulis(klik!) disana.! Setiap minggu ada kaos gratis!! Buat temen-temen yang telah menjadi anggota anakUI.com dan telah menulis di anakUI.com (menurut ketentuan yang berlaku–>tidak di pungut pajak koq..:P)
  • Memperoleh penghargaan. Dari komentator yang notabene teman-teman pembaca..hehe. Walau skala kecil tapi itu bisa sangat berarti (kita jadi lebih bisa menghargai proses belajar)
  • Menjadi terkenal
  • Berkompetisi dengan anggota lain dalam hal kebaikan. Sebagai contoh sekarang AnakUI.com juga sedang  mengadakan lomba (klik!) blog dan note..

Jadi tunggu apa lagi segera daftarkan dirimu di anakUI.com(klik!)

Seperti yang tertulis di atas, kita bisa “Usul”tentang kampus kita, tak terkecuali untuk media penyalur aspirasi itu sendiri (anakUI.com)

  • Bagian “Diskusi Terbaru” hendaknya diletakkan tidak terlalu ke bawah dengan harapan terbaca oleh yang pengunjung yang sedang online serta ada info artikel yang sedang dikomentari. Sehingga diskusi selanjutnya bisa semakin seru.
  • Setiap pengunjung yang berkomentar hendaknya diberi pilihan Notify me of follow-up comments via email.”Sehingga pengunjung yang ingin berdiskusi mengetahui jalannya diskusi. (update status dan notification kayak di facebook)
  • Kriteria penulisan sedikit diberi kelonggaran, terutama mengenai hal-hal lain yang  cukup menarik di ketahui mahasiswa ui meskipun tidak berhubungan dengan kampus ui secara langsung. Hal ini guna memberi kesempatan menulis bagi yang ‘g’ punya ide lagi??hehe.. 😛  Takutnya pengunjung tidak tertarik lebih jauh karena yang ada di benak mereka (kemungkinan lho) –>> Yach!!.. paling-paling cuma tentang itu-itu aja..
  • Publish tulisan jangan terlalu lama, hal ini akan berdampak  ‘fatal’ untuk info yang berkaitan erat dengan waktu (deadline). Di usahakan (klo bisa dan ada 😛 ) Ada penringatan yang mungkin langsung di kirim ke hp admin ketika ada tulisan siap posting.. Ku jadi korban nie..contohnya FTUI gali kapsul waktu(klik!).
  • Kedepannya anakUI.com diharapkan membuat sub direktori baru donk ..berjudul event (letaknya diantara home dan forum) di direktori tersebut semua kegiatan yang ada di kampus UI baik seminar, lomba dan info penting bagi mahasiswa di muat. Sehingga pengunjung bisa fokus terhadap info yang dicari dan tidak perlu repot-repot scroll sampai ke bawah banged.. sering g kebaca lho yang bagian bawah web.
  • Calender “Agenda Kita” diletakkan  lebih ke atas dengan warna yang menarik.
  • Buat milist anakUI.com juga, semua anggota di add dimilist tersebut, jadi info dari segala penjuru (bisa berupa berita, promosi, info-info menarik, seminar, lowongan kerja dan hal-hal lain yang terlihat di mading masing-masing fakultas) dapat di sampaikan secara tepat kepada seluruh anggota anakui.com oleh seluruh anggota dan untuk anggota. Khan lebih asyik tuh..
  • Temu member anakUI.com dengan admin..hehe (anakUI.com kan media bersilaturahmi dan menambah pertemanan, jadi walaupun bergerak di dunia maya, tapi di dunia nyata juga harus ada bekasnya)
  • Banyaknya pertanyaan berkenaan keanggotaan anakUI.com(klik!), bagaimana jika mahasiswa luar diberi account (yang memungkinkan mereka menulis di anakUI.com) tentu dengan kriteria penulisan yang lebih ketat<di perlakukan sebagai tamu>.

SELANJUTNYA BAGI TEMEN2 SEMUA!!  SILAHKAN MENAMBAHKAN TANGGAPAN KALIAN DI media yang telah di sediakan..–>> di bagian “COMMENT” luapkan ide2 kalian, perasaan kalian, pertanyaan kalian di koment .. 😛

Lomba Blog/Notes Facebook anakUI.com

why i choose metallurgy and materials..

11 Comments

Bagi saya, engineer adalah seorang yang selalu mencari dan mencoba membuat sesuatu agar kehidupan masyarakat semakin mudah dan lebih baik. Dan material merupakan unsur penting dalam menunjang kehidupan masyarakat menjadi lebih baik. Sejarah bahkan membagi tingkat kemajuan manusia berdasarkan material penunjang kehidupan mereka (zaman batu, zaman perunggu, zaman besi). Kehidupan yang lebih baik tersebut dapat dicapai dengan memproduksi dan merekayasa material yang sesuai dan tepat guna untuk menunjang kehidupan kita dalam berbagai hal. Sehingga“Without material there is no engineering.” Oleh karena itu diantara berbagai jurusan teknik yang ada saya memilih teknik metalurgi dan material.

Object of study

Object of study

Perkembangan teknologi yang membuat hidup kita semakin maju dan nyaman terjadi seiring dengan perkembangan material. Sebagai contoh sekarang, peralatan elektronik yang begitu canggih ada dan bertumpu pada suatu komponent yang disebut material semikonduktor. Dengan kata lain “perkembangan material menentukan perkembangan teknologi”. Tanpa material tidak ada perkembangan. “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia yang lain”. Dan teknik metalurgi dan material memberikan peluang tersebut bagi saya melebihi yang lain.

Hal lain yang mendorong saya mengambil jurusan teknik metalurgi dan material adalah keajaiban di balik material itu sendiri. Saya terpicu untuk belajar material lebih dalam. Setiap saya belajar tentang material saya semakin sadar betapa BESAR dan MAHA KUASA Sang Pencipta di balik semua itu. Hal ini memberi pengaruh yang positif terhadap kondisi kejiwaan saya. Saya bisa lebih bersyukur dalam menjalani hidup ini.

Hello world!

1 Comment

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!